Minggu, 17 Februari 2013

Kumpulan Statemen

INILAH.COM, Jakarta – Terjadinya perbedaan penentuan 1 Syawal 1432 H telah menimbulkan berbagai pandangan yang beragam dan di sisi lain menimbulkan pertanyaan di kalangan publik.

Rudy Gani, Ketua Umum Badko HMI Jabotabeka-Banten mengungkapkan penentuan hari Idul Fitri di Indonesia sebenarnya bisa disatukan dengan mengedepankan dialog antara ormas-ormas Islam tanpa dicampuri Pemerintah seperti yang terjadi pada penentuan 1 Syawal 1432 H.

"Kalau saja pemerintah, dalam hal ini Menteri Agama bersikap netral dalam menentukan jatuhnya 1 Syawal, kami yakin lebaran kemarin tidak mesti berbeda. Sebab, metode dan kesekapatakan di antara ormas-ormas Islam sebenarnya sudah terjadi pada tahun 1993, jadi tinggal ditagih saja komitmen mereka", ungkap Rudy dalam keterangan persnya, Kamis (1/9/2011).

Menurutnya, peristiwa dua lebaran yang berbeda bagi sebagian umat telah menimbulkan kebimbangan yang bisa berubah pada dangkalnya aqidah Umat Islam. Selama ini, umat selalu dihadapkan pada kontroversi yang sebenarnya ditimbulkan oleh elite-elite, bukan oleh masyarakat.

Mentri Agama RI
"Tentu saja, para elite itu harus dimintakan pertanggungjawabannya atas peristiwa itu. Karena, otoritas yang dimilikinya menimbulkan friksi yang langsung menusuk jantung keyakinan umat.” 

 http://nasional.inilah.com/read/detail/1770504/hari-idul-fitri-berbeda-harus-diakhiri#.USHcXfKCly8

Tidak ada komentar:

Posting Komentar