![]() |
| Logo HMI |
Jakarta – Penyerangan yang dilakukan pihak kepolisian ke kantor
Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) terkait demo penolakan kenaikan harga
BBM, dinilai merupakan cerminan pejabat Orde baru. Polisi dalam hal ini
sudah seperti preman berseragam.
“Atas nama penegakan hukum dan keamanan mereka sewenang-wenang
menggunakan senjata untuk menakut-nakuti rakyat. Aparat sudah kayak
preman berseragam,” kata Ketua Umum Badko HMI Jabotabeka-Banten, Rudy
Gani, dalam rilisnya yang dikutip, Jumat (16/3).
Penyerbuan yang dilakukan brimob ke markas HMI Jakarta di Cilosari,
telah menjadi bukti nyata bahwa aparat masih bermental sama dengan
Orde baru. Mereka telah bertindak sewenang-wenang dengan memukul dan
merusak markas HMI.
Peristiwa ini menandakan aparat masih menjadi alat penguasa untuk
membungkam rakyat yang kritis terhadap kebijakan pemerintah. Dengan
beragam alasan, penguasa menggunakan aparat bertindak selayaknya preman
berseragam yang dilegalkan negara.
Tindakan petugas tersebut diharapakan menjadikan sebagai pertanyaan
atas komitmen polri mereformasi lembaganya. Wajah kepolisian sudah
berubah menjadi ABRI seperti masa-masa Orde Baru. Kasus panjang yang
mendera lembaga kepolisian, mulai dari rekening gendut, narkoba dan
sikap repressif aparat, mengindikasikan jika reformasi polisi gagal.
"Kita perlu mengkritisi komitmen polri mereformasi diri. Hingga kini
mereka seolah menjadi ABRI di masa Orde Baru, superpower,” ujarnya.
Untuk menjernihkan persoalan tersebut, harus segera dibnetuk panja
evaluasi kinerja kepolisian. Hal ini dilakukan agar kasus yang terjadi
semasa Orde baru tidak terulang kembali. Pada saat itu aparat digunakan
sebagai alat untuk menekan rakyat.
"Segera bentuk Panja evaluasi kinerja Polisi. Kasus-kasus yang muncul
sudah cukup dijadikan alasan. Ditambah polisi gagal mereformasi dirinya.
Jangan sampai Polisi seperti ABRI di masa lalu," tegas Rudy. (mas/asr)
http://erabaru.net/nasional/119-peristiwa/29781-hmi--aparat-kayak-preman-berseragam

Tidak ada komentar:
Posting Komentar