![]() |
| Wakil Gubernur DKI Jakarta, Prijanto Periode 2007-2012 |
Ketua DPRD DKI Jakarta Ferrial Sofyan mengatakan, surat pengunduran diri Prijanto sudah dikembalikan kepada yang bersangkutan.“Pengembalian surat pengunduran diri agar segera diperbaiki Prijanto,” kata Ferrial kemarin. Dia mengakui bahwa sudah menerima surat resmi dari wakil gubernur. Sesuai dengan UU Nomor 32/2004 tentang Pemerintahan Daerah, surat seharusnya dialamatkan ke Kantor DPRD DKI Jakarta.
Namun surat Prijanto tidak sesuai tujuan atau salah alamat. Ferrial menjelaskan di kepala surat tertulis ditujukan kepada Presiden atau Menteri Dalam Negeri, padahal semestinya ditujukan kepada DPRD DKI Jakarta.“Karena itu,kami kembalikan dan minta untuk diperbaiki,”lanjutnya.
Termasuk alasan-alasannya juga harus ditulis dalam surat tersebut.Pencantuman alasan dalam surat pengajuan pengunduran diri dan alamat yang tepat merupakan sebuah bukti otentik. Atas dasar itu DPRD akan melakukan pembahasan, baik dalam rapat internal maupun saat rapat paripurna.
Sementara itu,Ketua Umum Badko HMI Jabodetabek-Banten Rudy Gani meminta Prijanto menjelaskan alasan pengunduran dirinya dalam rapat paripurna DPRD.Hal ini penting dilakukan agar tidak muncul spekulasi dan informasi yang simpang siur seputar masalah tersebut. “Saya meragukan alasan Prijanto mundur dari beberapa pengamat dan tokoh di beberapa media belakangan ini.Saya melihat justru komentar mereka mencoba mengaburkan dari substansi persoalan,” ujarnya.
Untuk itulah, dalam rapat paripurna mendatang Prijanto harus menjelaskan secara gamblang, lugas, dan tegas penyebab utama pengunduran dirinya. Jika karena ketidakharmonisan, harus dijelaskan letak persoalannya. Dengan demikian, nantinya masyarakat tidak bingung dan merasa dibohongi oleh pemimpin mereka.
“Rapat paripurna DPRD DKI menjadi tempat yang paling tepat untuk Prijanto membeberkan alasan dan motivasi pengunduran diri.Jangan sampai niat Prijanto berbelok karena ada tekanan ataupun dealdeal politik tertentu. Katakan yang sebenarnya apa yang terjadi,”tuturnya.
Di bagian lain, pengamat politik dari Universitas Indonesia Boni Hargen mengecam pengunduran diri Prijanto karena terkesan melecehkan masyarakat. “Sama sekali tidak bertanggung jawab,”kata Boni Hagen.Boni yakin, pengunduran diri tersebut terkait dengan keinginan Prijanto untuk maju dalam Pilkada DKI yang akan digelar Juli 2012.
Terlebih, Prijanto langsung bertemu dengan sejumlah pimpinan parpol meskipun tidak mendukungnya pada Pilkada 2007 lalu. Jika terkait pilkada, pengunduran diri tersebut tergolong awal karena proses pendaftaran pilkada masih lama. Boni Hargen sangat menyesalkan adanya pejabat publik yang mengundurkan diri hanya karena ingin mencalonkan diri pilkada lebih awal.
Dia juga yakin publik akan semakin tidak simpati dengan perilaku pejabat seperti itu.“Motifnya jelas karena ingin mencalokan diri pada pilkada berikutnya,”kata Boni. isfari hikmat/ ridwansyah/ mohammad sahlan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar