Lagi-lagi rakyat ditontonkan sebuah narasi kebingungan yang
didendangkan SBY dalam pidato nya di Cikeas, Minggu (18/03), kemarin.
Dalam pidatonya SBY mengungkapkan bahwa ada 'gerakan aneh' yang
bertujuan untuk menjatuhkan dirinya di tengah jalan dengan indikasi
maraknya sms yang masuk kepada dirinya.
PERNYATAAN ini tentu saja menggemparkan sekaligus mendapati respon bermacam-macam dari berbagai kalangan masyarakat. Ada yang menganggapnya sebagai 'warning' terhadap keamanan seorang kepala negara, ada juga yang menanaggapinya dengan ketus sebagai kepayahan seorang presiden Indonesia.
Menurut Rudy Gani, Ketua Umum Badko HMI Jabotabeka-Banten, pernyataan SBY ini semakin menampakkan jika kebijakan menaikkan BBM yang rencananya diberlakukan mulai 1 April nanti, merupakan kebijakan yang ditolak oleh masyarakat. Bukan dengan mengatakan jika SBY ingin dijatuhkan, tapi SBY mesti lebih fokus kepada sikap penolakan rakyat atas kesalahan pemerintah dalam memanage negara, khususnya di bidang energi nasional.
"Kritikan pedas ke SBY yang kemudian beliau anggap sebagai ancaman adalah bukti jika kebijakan menaikkan BBM itu tidak diterima masyarakat. Jadi SBY harus membatalkan rencana itu. Lagipula ancaman pada SBY tidak saja melalui SMS, tapi juga dengan aksi mahasiswa, buruh dan aliansi masyarakat lain yang kian marak turun ke jalan menolak kenaikan BBM akhir-akhir ini" kata Rudy.
Sebagai seorang presiden, SBY lah yang paling banyak berternak fitnah dengan sasaran yang entah kepada siapa. Jika gaya SBY terus seperti ini, Rudy khawatir kedepannya bangsa ini menjadikan fitnah sebagai budaya dengan melupakan substansi persoalan mengapa kritikan itu datang.
"Pak SBY merupakan presiden RI yang paling sering berternak fitnah dan curhat di depan rakyatnya. Entah apakah SBY sudah tak mampu lagi berdiskusi secara rasional kepada rakyatnya sehingga emosional yang dikedepankan, atau itu menjadi strategi SBY agar rakyat empati padanya. Saya kira, kebijakan menaikkan BBM harus ditolak. Apapun strategi pencitraan SBY sebagaimana yang ia lakukan kemarin tak perlu ditanggapi serius," ungkap Rudy.
Dirinya juga berharap SBY tak lagi mengulangi pola curhat dan menebar ketakutan kepada rakyatnya. Rudy menilai jika tindakan tersebut sudah merugikan citra Indonesia dimata dunia internasional. Belum lagi dampak ekonomi dari pernyataan tersebut. Invenstor jadi bingung dan wait and see melihat kondisi politik dan sosial yang memanas. Padahal ancaman dan teror yang menimpa SBY bersumber dari dirinya sendiri.
"SBY itukan kepala negara. Jadi ia mesti menjaga wibawa bangsa yang ia pimpin. Kami harap SBY mengklarifikasi pernyataannya kemarin agar ada kepastian bahwa negara tidak terancam dan dirinya aman-aman saja. Jika SBY tidak klarifikasi, itu membuktikan bahwa SBY merupakan produsen fitnah yang rajin menyebarnya kepada rakyatnya sendiri,"tegas Rudy.
http://monitorindonesia.com/parlemen/kabinet/4028-hmi-sby-diminta-stop-berternak-fitnah.html
PERNYATAAN ini tentu saja menggemparkan sekaligus mendapati respon bermacam-macam dari berbagai kalangan masyarakat. Ada yang menganggapnya sebagai 'warning' terhadap keamanan seorang kepala negara, ada juga yang menanaggapinya dengan ketus sebagai kepayahan seorang presiden Indonesia.
Menurut Rudy Gani, Ketua Umum Badko HMI Jabotabeka-Banten, pernyataan SBY ini semakin menampakkan jika kebijakan menaikkan BBM yang rencananya diberlakukan mulai 1 April nanti, merupakan kebijakan yang ditolak oleh masyarakat. Bukan dengan mengatakan jika SBY ingin dijatuhkan, tapi SBY mesti lebih fokus kepada sikap penolakan rakyat atas kesalahan pemerintah dalam memanage negara, khususnya di bidang energi nasional.
"Kritikan pedas ke SBY yang kemudian beliau anggap sebagai ancaman adalah bukti jika kebijakan menaikkan BBM itu tidak diterima masyarakat. Jadi SBY harus membatalkan rencana itu. Lagipula ancaman pada SBY tidak saja melalui SMS, tapi juga dengan aksi mahasiswa, buruh dan aliansi masyarakat lain yang kian marak turun ke jalan menolak kenaikan BBM akhir-akhir ini" kata Rudy.
Sebagai seorang presiden, SBY lah yang paling banyak berternak fitnah dengan sasaran yang entah kepada siapa. Jika gaya SBY terus seperti ini, Rudy khawatir kedepannya bangsa ini menjadikan fitnah sebagai budaya dengan melupakan substansi persoalan mengapa kritikan itu datang.
![]() |
| Presiden SBY |
"Pak SBY merupakan presiden RI yang paling sering berternak fitnah dan curhat di depan rakyatnya. Entah apakah SBY sudah tak mampu lagi berdiskusi secara rasional kepada rakyatnya sehingga emosional yang dikedepankan, atau itu menjadi strategi SBY agar rakyat empati padanya. Saya kira, kebijakan menaikkan BBM harus ditolak. Apapun strategi pencitraan SBY sebagaimana yang ia lakukan kemarin tak perlu ditanggapi serius," ungkap Rudy.
Dirinya juga berharap SBY tak lagi mengulangi pola curhat dan menebar ketakutan kepada rakyatnya. Rudy menilai jika tindakan tersebut sudah merugikan citra Indonesia dimata dunia internasional. Belum lagi dampak ekonomi dari pernyataan tersebut. Invenstor jadi bingung dan wait and see melihat kondisi politik dan sosial yang memanas. Padahal ancaman dan teror yang menimpa SBY bersumber dari dirinya sendiri.
"SBY itukan kepala negara. Jadi ia mesti menjaga wibawa bangsa yang ia pimpin. Kami harap SBY mengklarifikasi pernyataannya kemarin agar ada kepastian bahwa negara tidak terancam dan dirinya aman-aman saja. Jika SBY tidak klarifikasi, itu membuktikan bahwa SBY merupakan produsen fitnah yang rajin menyebarnya kepada rakyatnya sendiri,"tegas Rudy.
http://monitorindonesia.com/parlemen/kabinet/4028-hmi-sby-diminta-stop-berternak-fitnah.html

Tidak ada komentar:
Posting Komentar